Jogja dan Kamu

Terima kasih telah hadir walau hanya sebentar.
Terima kasih telah berbagi keceriaan dan tawa yang tak mengenal tanda titik
Terima kasih untuk cerita dan semua ketidakjelasan selama ini

Entah di suatu sore. Tiba-tiba sosokmu muncul. Dan kita bercengkrama dalam bahasa bahagia. Seperti biasa.
Namun, mendadak kamu hilang dalam keramaian hari itu.
Kemana perginya tak ku dapati lagi hingga terbangun lagi.

Akan seperti inikah persilangan dan perpotongan jalan hidup kita?

hi, you again.

dan seperti biasa, tawaran sebuah pelarian.

terima kasih sudah datang.

I dream about him last night.

he was so real.

been a long time…

tentang dia

sepertinya sudah sangat lama kita tidak bertemu.

bahkan sudah sangat lama, kau tidak menyapa pikiranku.

tapi, sepertinya baru kemarin kamu menghampiriku dan membawaku mengikuti petualangan tentang kita. tentang padang rumput di antara rimbunan pohon besar, tentang rasa dan sentuhan  yang sama. 

aku tahu itu kamu.

bahkan walau hanya sekejap, aku tahu itu kamu.

pria berkemeja putih #2

bertemu lagi.

masih samar wajahnya.

hemm..

kali ini ia menghindari pelukan.

pria berkemeja putih

hari ini terbangun sambil mengingat mimpi pagi tadi.

disana berdiri seorang pria, entah siapa tak nampak jelas wajahnya. kami berdiri dalam diam, saling bertatapan di tengah keramaian berjarak beberapa meter. 

dalam diam beberapa saat.

dan dalam hitungan menit berikutnya, kami saling menyambut dan berpelukan erat.

erat, sangat erat.

entah pelukan “hai,lama tak jumpa”

entah pelukan “aku membutuhkanmu”

entah pelukan “aku merindukanmu”

entah pelukan “biarkan aku menangis sebentar”

entah pelukan apa itu.

yang jelas pelukan itu sangat erat, sangat hangat, sangat lama, dan sangat meruntuhkan ego.

dan tarararaaaa…

saya pun terbangun dengan sesuatu yang nyesek di dada.

Sing

entah hanya imajinasi saya atau memang terjadi, dalam perjalanan berangkat ke Jakarta saya memimpikan kamu diterima bekerja di Negara tetangga, teman.

Semoga berhasil.

Goodluck yaa..

an education versi saya

beberapa waktu yang lalu saya nonton film an education. tentang seorang gadis SMA yang bercita-cita masuk kuliah di Oxford. Tapi, dia malah jatuh hati pada seorang pria yang ditemui di jalan, seorang pria mapan dengan mobil rochesternya. Hingga berencana menikah kemudian. Namun,belakangan baru tahu kalo si pria ternyata sudah beristri. Padahal setting film di tahun 1960an masih menganggap menikah muda adalah hal yang tidak lumrah.

hemm..saya tidak akan menceritakan isi cerita maupun ending dalam film itu. saya mau cerita kalau saya bermimpi berperan menjadi Jenny, tokoh utama dalam film itu. Jatuh hati kepada pria beristri, yang juga sama dengan tokoh dalam film asli. bedanya tokoh pria dalam mimpi saya adalah seorang laki-laki Indonesia dan seorang pilot.haha..*mulai aneh*

dan perbedaannya lagi, si Pria ini tidak naik Rochester klasik tahun 1960an melainkan naik mobil jeep warna merah. *LoL*

kalau di film bersetting London tahun 1960an. mimpi saya bersetting di daerah pesisir pantai *teutep* dengan waktu yang teridentifikasi.

*mimpi aneh*

black t-shirt,jeans, dan kembali ke masa SMP

saya memimpikan sebuah rumah di dataran tinggi.

sebenarnya rumahnya bergaya etnik klasik gitulah. njawani juga dan banyak unsur kayu.

tapi yang lebih wow wow adalah rumah itu berada di ketinggian dan lampu kota di kejauhan menjadi pemandangan sehari-hari saat malam. bahkan ada penampakan Gunung juga.

entah saya masih kebayang Sindoro Sumbing atau penampakan itu juga sangat mirip dengan apa yang saya lihat di Bukit Super Bintang di Pathuk sana.

yang lebih aneh adalah, saya kembali ke ukuran jaman SMP. ada teman kecil saya juga disana. dan tentu saja, saya lebih tinggi dari dia.haha..

kami sangat akrab dan mengenakan baju yang sama, berwarna hitam dengan jeans belel dan sepatu sandal eiger.haha..celotehan anak-anak.

*aneh*

kangen pantai

kali ini,aneh lagi.

mimpi tentang air,mandi rame-rame.

mungkin habis berenang.

atau saya yang kangen pantai yaaaaa?